ini diangkat dari cerita nyata seorang anak muda bernama ijul. ijul mengidap penyakit leukimia. ijul seorang anak muda yang waktu itu berusia 18 tahun. ia terkena penyakit leukimia atau yang sering kita sebut kanker darah.. dan ayah ijul sudah meninggal di tanah suci makkah saat menunaikan ibadah haji tahun 2015 lalu. sekarang ijul berusia 19 tahun dan dia memiliki seorang kekasih bernama dewi rahmawati.
Awalnya aku cuma lebam biru tapi lama kelamaan makin banyak, karena kalau kebentur dikit langsung biru, Mamahku ngajak periksa kedokter umum, Mamah “ jul besok kita ke dokter ya buat periksa keadaan kamu “ , ijul “iya mah “ terus ijul dan mamahnya pergi kedokter umum. Sesampai disana ijul diperiksa kata tuh dokter aku terkena gejala leukimia. Mamah ku engga percaya jadi pindah dokter. Dokter yang ini bilang kalo ini gejala penyakit serius. Terus si dokter ini nyuruh ijul periksa darah di prodia lab.
Besok paginya aku periksa darah di prodia. Terus kepala prodia Lab nya ngeliat dan kayaknya tau kalau ini gejala leukimia, dia langsung kasih contact dan alamatnya prof.dr djajadiman gatot seorang profesor ahli darah. Awalnya mamahku nyembunyiin dan sekongkol sama prof buat nutupin penyakit aku biar aku engga sedih, katanya aku Cuma kelainan darah aja dan kalau udah sembuh bisa sekolah lagi. Terus aku dikasih obat buat seminggu biar engga makin parah. Baru beberapa hari minum obat kondisi ku semakin parah. Pendarahan di hidung, gusi, dan kulit jadi gampang luka dan darahnya lama keringnya.
hari" telah ku lewati bersama kanker darah, diam" aku masuk ke kamar mamah ku untuk mengetahui sebenarnya apa yang terjadi pada diri ku ini, dan akhirnya aku berhasil menemukan sebuah surat keterangan yang menyatakan kalau aku positif terkena kanker darah. perasaan sedih bercampur tangis membuat perasaan ku sudah tidak lagi semangat untuk hidup, tapi semenjak aku berkenalan dengan dewi dia selalu memberikan semangat untuk aku sembuh dari kanker darah, hari mulai berganti dan aku pun sudah semakin parah kondisinya yang memang semakin hari malah semakin parah.
hampir semua rumah sakit aku singgahi di kawasan jakarta & depok tapi tetap aja masih belum ada perubahan, sampai" aku di rawat di rumah sakit cipto dan rumah sakit ciptopun sudah tidak lagi sanggup untuk menolong nyawa ku, dan pada akhirnya aku mulai di rujuk untuk menghilangkan kanker darah ke salah satu rumah sakit di negara singapoer, disini aku mulai pasrah sama hidup ku yang dulu aku sempat berpikir kalau harus ke singapoer, aku lebih pilih pergi dengan tenang.
tapi di sisi lain masih ada orang yang baik kepadaku selain pacar & mamahku, dia adalah temannya mamah ku yang biasa aku panggil om munir, dia bilang kepadaku kalau aku harus pergi ke singapoer secepat mungkin, karna kalau tidak nyawaku bisa tidak selamat, berikut sedikit percakapan ku & om munir:
om munir: jul, sini sebentar ..
aku: iya om ada apa ?
om munir: apa bener kamu harus ke singapoer untuk menghilangkan leukimia ?
aku: iya om, tapi aku lebih baik pilih disini aja, karna aku udah ga mau nyusahin keluarga aku lagi ..
om munir: tapi kamu masih di butuhin di keluarga kamu, kamu ga boleh bilang begitu !
aku hanya bisa terdiam saat om munir berkata begitu, tiba" tidak lama lagi dia langsung mengluarkan kertas di dompetnya yang ternyata isinya sebuah chek senilai 750 juta yang langsung di kasih langsung kepadaku, tadinya aku sempat menolak karna aku belum berhak menerima chek itu, tapi om munir memaksa dan langsung di kasih ke tangan kanan ku, aku pun langsung sujud syukur dan berterimakasih kepada om munir karna dia sudah kasih kesempatan buat aku untuk bisa sembuh dari kanker darah ..
beberapa pekan kemudian tepatnya aku selesai uas di kampus aku langsung berangkat ke singapoer yang sebelumnya aku bertemu dengan dewi untuk izin sama dia kalau aku mau ke singapoer, dan akhirnya aku tiba juga buat pergi ke singapoer bersama mamah aku tercinta dan om munir ..
setelah beberapa jam kemudian aku sampai sama mamah aku di singapoer dan aku langsung di arahkan ke rumah sakit elishabet yang ada di singapoer, disana aku di bedah untuk yang pertama kali, aku di bedah sampai tiga kali dengan waktu yang berbeda dan pada bulan yang berbeda, aku sempat di kabarkan pada operasi yang ke dua kalau aku sudah di anggap meninggal oleh pihak rumah sakit, hanya tangis bercampur sedih pada kekasihku, keluargaku serta teman"ku karna aku udah di anggap meninggal oleh mereka, tapi allah berkhendak lain kepada ku, allah masih mengizinkan aku untuk hidup melalui abang aku yang ga sengaja melihat mata aku bergerak-gerak pada saat aku sudah sampai di bandara soekarno hatta, dan nyawa ku pun akhirnya terselamatkan oleh tim dokter yang bertugas di bandara ..
sebenarnya aku sudah tidak mau lagi untuk balik lagi ke singapoer, tapi karna bujukan dan rayuan kekasihku dewi akhirnya aku balik lagi kesana untuk operasi yang ke tiga kalinya walaupun nyawa aku yang bertaruh mati-matian untuk melawan kanker, pertanyaan singkat yang muncul di hati aku, kenapa aku mau balik lagi ke singapoer untuk melaksanakan operasi yang ke tiga ?? dan jawaban aku pun hanya singkat, aku hanya ingin melihat orang yang aku sayang tersenyum dan senang :) walaupun hubungan kami sekarang harus terpisah,
tapi alhamdulillah akhirnya sekarang aku bisa hidaup normal seperti orang lain dan terbebas dari kanker ..
thank you so much already read my story ;)